KONSEP KELUARGA MUSLIM DAN FUNGSINYA SEBAGAI FONDASI DASAR DALAM PERKEMBANGAN DAN MEMBANGUN PERADABAN

 

KONSEP KELUARGA MUSLIM DAN FUNGSINYA DALAM PERKEMBANGAN PERADABAN DAN KELUARGA MUSLIM SEBAGAI FONDASI DASAR DALAM MEMBANGUN PERADABAN

1.       Konsep Keluarga Muslim

Islam menekankan pentingnya pernikahan dan keluarga,serta menjadikannnya sebagai amal ibadah dan sunnah para nabi. Al-Qur’an menyebutnya sebagai anugerah terbesar dan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT, sebab didalam keluarga tersemai rasa tentram, cinta, kasih sayang dan kelembutan antara suami dan istri, sehingga islam menganjurkan untuk mempermudah proses pernikahan dan membantu seorang pemuda untuk menikah agar dapat terhindar dirinya dari maksiat. Islam memberikan kehormatan penuh pada setiap anggota keluarga, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam hal nafkah sekalipun, islam menganjurkan agar para orang tua tidak membedakan antara anak laki-laki dan perempuan untuk menjaga hak-haknya meskipun bersifat lahiriyah. Imam Ghazali dalam Ihya’-nya mengembangkan tujuan dari pembentukan keluarga menjadi lima yaitu: 

·         Mendapatkan dan melangsungkan keturunan. (Q.S Al Furqan: 74)

·         Memenuhi hajat manusia menyalurkan syahwatnya dan menumpahkan kasih sayangnya. (Q.S Ali Imran: 14).

·         Memenuhi panggilan agama, memelihara diri dari kejahatan dan kerusakan. (Q.S Ar Rum: 21).

·         Menumbuhkan kesungguhan untuk bertanggung-jawab menjalankan kewajiban dan menerima hak, juga bersungguh-sungguh untuk memperoleh harta kekayaan yang kekal. (Q.S An Nisa’: 34).

·         Membangun rumah tangga untuk membentuk masyarakat yang tenteram atas dasar cinta dan kasih sayang. (Q.S Al A’raf: 189).

Itulah 5 tujuan berdasarkan Al Qur’an yang digali oleh ulama untuk mencapai keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah. Dalam mencapai tujuan tersebut, tentunya memerlukan prinsip-prinsip  yang perlu dilakukan oleh setiap muslim. Dalam membangun konsep keluarga dalam Islam, yang paling utama dan menjadi pondasi/mendasar adalah bahwa keluarga muslim dibangun berdasarkan prinsip tauhid. Artinya, setiap aktifitas pra nikah, berkeluarga, dan berketurunan semuanya karena mentauhidkan Allah SWT. Dengan tunduk dan patuh terhadap batasan syariahNya. Sehingga tujuan keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah terwujud. Jadi, prinsip yang menjadi juga pegangan dalam berkeluarga adalah melaksanakan syariah Islam dalam rumah tangganya.

2.       Fungsi Keluarga Muslim dalam Perkembangan Peradan

Keluarga dituntut untuk melaksanakan segala hal yang menjadi kewajibannya, terutama dengan lingkungan sosialnya terutama terhadap keluarganya. Aktivitas ini menjadikan keluarga itu telah menjalankan fungsinya. dalam kehidupan sosial bermasyarakat adalah:

·         Fungsi biologis, yaitu menyelenggarakan kebutuhan-kebutuhan biologis keluarga Fungsi ini terkait dengan penyaluran hasrat biologis manusia yang berbuah dengan kelahiran anak sebagai penerus keluarga. Fungsi ini membedakan antara pernikahan manusia dan hewan, sebab fungsi ini di dalam keluarga diatur dalam pernikahan. ( Q.S An Nahl: 72).

·         Fungsi Edukatif (Pendidikan) Dalam fungsi ini keluarga berkewajiban memberikan pendidikan bagi anggota keluarganya, terutama bagi anak-anaknya, karena keluarga adalah lingkungan terdekat dan paling akrab dengan anak. Pengalaman dan pengetahuan pertama anak ditimba dan diberikan melalui keluarga. (Q.S. At Tahrim: 6; Q.S Asy Syuara: 214).

·         Fungsi Religius (Keagamaan) Keluarga berkewajiban mengajarkan tentang Islam (Akidah, Syariah dan Akhlak) kepada seluruh anggota keluarganya melalui pemahaman, penyadaran dan praktek dalam kehidupan seharihari, sehingga tercipta suasana keagamaan di dalam keluarga. (Q.S Thoha: 132)

·         Fungsi Protektif (Perlindungan) Keluarga menjadi tempat yang aman dari berbagai gangguan internal maupun eksternal serta menjadi penangkal segala penggaruh negatif yang masuk didalamnya. (Q.S. At Tahrim: 6).

·         Fungsi Sosial Budaya Kewajiban untuk memberi bekal kepada anggota keluarga tentang hal hal yang berhubungan dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat setempat. Keluarga dalam fungsi ini juga berperan sebagai katalisator budaya serta filter nilai yang masuk ke dalam kehidupan. (Q.S An Nisa: 36).

·         Fungsi Ekonomi Keluarga merupakan kesatuan ekonomis dimana keluarga memiliki aktifitas mencari nafkah, pembinaan usaha, perencanaan anggaran, pengelolaan dan cara memanfaatkan sumber-sumber penghasilan dengan baik, mendistribusikan secara adil dan professional. (Q.S Al Furqan: 67).

·         Fungsi Reproduksi. Keluarga merupakan salah satu tempat untuk memunculkan generasi baru. (Q.S An -Nahl: 72).

 

Menurut Al-Mursi’ berpendapat dalam sebuah perkataanya tentang keluarga muslim dalam peradabanya Modernisasi yang datang dari Barat tidak seharusnya membuat keluarga Muslim menjadi kehilangan jati dirinya, dengan membuang tradisi Islam begitu saja. Al-Mursî menulis: "Kami tidak menolak pertarungan peradaban, sebab semua peradaban manusia itu pada intinya saling berinteraksi dan saling melengkapi. Pertarungan yang bersifat kultural dan ekonomi itu jelas merupakan sebuah tindakan sewenang-wenang. Orang fakir karenanya akan menjadi terlantar dan orang lemah akan terpinggirkan. Bagaimana seharusnya masalah penting di atas,ditanggulangi,agar keluarga muslim dapat survive dan dapay melanjutkan tugasnya sebagai Khalifah. Allah fi al-ard. Ada 3 fungsi atau solusi yang ditawarkan Islam agar keluarga Muslim dapat hiudp di era kontemporer saat ini dengan kehidupan yang semakin memajukan peradaban. Keluarga Muslim tak jarang menghadapi semacam krisis identitas. Mereka dalam membina keluarganya di era global ini telah mengalami pergumulan antara keharusan memegang tradisi di satu sisi, dengan tuntutan mengikuti alam modernitas di sisi lain.

 

KELUARGA MUSLIM SEBAGAI FONDASI DASAR DALAM MEMBANGUN PERADABAN

Secara umum, definisi masyarakat berasal dari Bahasa Inggris “Society”, Bahasa Latin “Socius”, dan Bahasa Arab “Syakara” Arti seolah-olah menunjukkan dalam satu pengertian yakni kawan yang dapat mempengaruhi satu sama lainnya, mempengaruhi dalam hal positif ataupun di dalam hal negative. Sedangkan Masyarakat Islami adalah masyarakat yang dinaungi dan dituntun oleh normanorma Islam, satu-satunya agama Allah. Masyarakat yang secara kolektif atau orang perorangan bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam meniti sirotul mustaqim. Masyarakat yang didominasi oleh istiqomah, kejujuran, kebersihan rohani dan saling kasih mengasihi.

Pengertian masyarakat menurut para ahli : a. Menurut Selo Sumarjan (1974) Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.  b. Menurut Koentjaraningrat (1994) Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama. c. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok/kumpulan manusia tersebut. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia yang berada dalam satu lingkungan sosial dalam kurun waktu tertentu, lingkungan ini mendorong terjadinya hubungan sosial yang saling berinteraksi melakukan kontak sosial dan memiliki beragam kepentingan yang sama. Literasi yang lainnya memberikan arti masyarakat sebagai sebuah sistem sosial yang membutuhkan antar sesama dan memiliki kesepakatan tertentu dalam mencapai kehidupan yang damai, tentram, dan bersahaja.

Dalam masyarakat Islam,akhlak merupakan unsur yang mewarnai setiap persoalan hidup dan sikapseseorang, mulai dari yang kecil sampai urusan yang besar, baik yang berdimensi individu maupun sosial. Dalam masyarakat Islam, akhlak merupakan unsur yang mewarnai setiap persoalan hidup dan sikap seseorang, mulai dari yang kecil sampai urusan yang besar, baik yang berdimensi individu maupun sosial. Keluarga muslim dalam sebuah negara akan menjadi pondasi utama untuk membangun peradaban ummat karena keluarga merupakan unit terkecil dari unsur  pembentuk  masyrakat.  Keluarga  menjadi  laboratorium untuk pembentukan perwujudan diri, persiapan untuk kewarganegaraan  yang baik, pertumbuhan yang menyeluruh dan terpadu, serta persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Komentar

Posting Komentar